Kategori
Society

Prakerja Gelombang IV Membuat Pendaftaran

Pendaftaran Kartu Prakerja Gelombang IV Tunggu Revisi Perpres

Prakerja Gelombang IV Membuat Pendaftaran – Pembahasan mengenai kartu prakerja gelombang tahap selanjutnya. Direktur dari Komunikasi Manajemen Pelaksana Panji Winanteya Ruki mengatakan pendaftaran Program Kartu Prakerja gelombang (batch) IV menunggu hasil revisi Peraturan Presiden (Perpres) 36 Tahun 2020 tentang Pengembangan Kompetensi Kerja melalui Program Kartu Prakerja.

Saat ini, Perpres tersebut sudah melalui proses harmonisasi di Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham). Kendati demikian ia belum dapat memastikan kapan beleid tersebut bisa dirilis.

“Belum (akan dibuka). Menunggu revisi Perpres dan Permenko oleh Komite,” ujarnya kepada tchostel.org Kamis.

Kendati demikian, pelatihan secara online atau daring saat ini juga tetap akan dilakukan. “Masih kami lihat apa saja program-programnya,” tutur panji.

Seperti yang sudah kita diketahui, hingga saat ini terdapat 680.918 peserta Kartu Prakerja yang mendaftar melalui tiga gelombang.

Dari jumlah tersebut sebanyak 477.971 peserta sudah menuntaskan setidaknya satu pelatihan dalam platform digital. Namun, jumlah penerima insentif baru mencapai 361.209 peserta, dengan sisanya masih menunggu keputusan komite.

Di samping itu, pembukaan pendaftaran gelombang IV menunggu hasil verifikasi dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) terkait evaluasi implementasi Program Kartu Prakerja gelombang I hingga III.

Revisi Perpres baru tersebut akan mengakomodir rekomendasi untuk perbaikan tata kelola Program Kartu Prakerja mulai terkait syarat kepesertaan hingga proses pendaftaran yang tidak hanya berbasis jaringan (daring/online), juga luar jaringan (offline) di Kementerian/Lembaga.

Untuk bahas lebih lanjut, Panji menerangkan pemerintah tengah menyiapkan program-program pelatihan apa saja yang nantinya bisa dilaksanakan dengan tatap muka atau offline. Hal ini dimaksudkan untuk memenuhi kebutuhan para peserta jelang kondisi tatanan normal baru atau new normal.

Program Kartu Prakerja Belum Timbulkan Kerugian Negara

Ia memastikan tidak ada keuangan negara yang hilang dalam penyelenggaraan Kartu Prakerja. “Yang pasti, sampai hari ini belum ada keuangan negara yang hilang dan program Kartu Prakerja belum menimbulkan kerugian negara sampai hari ini,” kata Firli dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi III DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta pada Kamis.

Dia menerangkan bahwa proses pencegahan korupsi dalam Kartu Prakerja telah dilakukan pihaknya setelah mendapatkan masukan dari Komisi III DPR RI beberapa bulan silam.

Firli menuturkan permasalahan yang ada mulai dari tahap pendaftaran hingga tata laksana program Kartu Prakerja. Dia menyoroti peserta yang merupakan pekerja terdampak yang ikut mendaftar program secara daring tersebut, yaitu hanya berkisar 143 ribu.

Padahal, data pekerja terdampak Kementerian Ketenagakerjaan dan BPJS Ketenagakerjaan menyebut 1,7 juta pekerja harus mendaftar untuk ikut program.

“Penggunaan fitur face recognition dengan anggaran Rp30 miliar sangat tidak efisien untuk kepentingan pengenalan peserta,” tambahnya.