Kategori
Society

Pentingnya Kesadaran Masyarakat Akan Kebersihan Lingkungan

Pentingnya Kesadaran Masyarakat Akan Kebersihan Lingkungan

Pentingnya Kesadaran Masyarakat Akan Kebersihan Lingkungan – Mayoritas masyarakat Indonesia ternyata tak peduli akan kebersihan. Hal itu berdampak pada lingkungan sekitar dan juga kesehatan.

Dari data riset Kementerian Kesehatan diketahui hanya 20 persen dari uga kesehatan. total masyarakat Indonesia peduli terhadap kebersihan dan kesehatan. Ini berarti, dari 262 juta jiwa di Indonesia, hanya sekitar 52 juta orang yang memiliki kepedulian terhadap kebersihan lingkungan sekitar dan dampaknya terhadap kesehatan.

Guru Besar Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, Purnawan Junaidi tak membantah temuan ini. Purnawan menyebut, hal ini bahkan dapat dilihat di dalam kebiasaan sehari-hari dan pola sanitasi masyarakat Indonesia. Misalnya, masih banyak masyarakat Indonesia yang tidak memiliki jamban dan fasilitas sanitasi yang memadai di tempat tinggalnya.

Menurut laporan Riskesdas, hanya 59,8 rumah tangga yang memiliki akses terhadap fasilitas sanitasi yang sesuai standard. Selain itu, pola atau kebiasaan higienitas yang baik seperti sikat gigi dan cuci tangan juga masih belum dilakukan seluruh masyarakat Indonesia.

Kesadaran Masyarakat terhadap kerbesihan dalam agama disebutkan Orang mengatakan bahwa kebersihan merupakan sebagian dari iman. Kebersihan adalah hal yang mutlak dibutuhkan oleh setiap orang yang tinggal di dalam lingkungan hidup. Lingkungan hidup yang bersih, menciptakan rasa kenyamanan serta kesehatan bagi setiap individu yang tinggal di dalamnya.

Bayangkan saja, seandainya lingkungan hidup yang Anda tinggali kotor, maka rasa tidak nyaman akan menghampiri. Kemungkinan timbulnya berbagai penyakit pun lebih besar dibandingkan dengan lingkungan hidup yang bersih.

Sebagai contoh, rumah Anda kotor. Banyak sampah dan genangan air di sekitar rumah Anda. Maka, nyamuk-nyamuk demam berdarah dapat berkembang biak dengan subur. Menyebabkan anggota keluarga Anda, bahkan orang-orang yang tinggal di sekitar Anda memiliki peluang besar terkena penyakit demam berdarah.

Menjaga Kebersihan Dimulai dari Diri Sendiri

Kebersihan diri merupakan cermin kehidupan seseorang. Apakah orang tersebut tipe pemalas, atau tipe orang yang rajin. Orang yang malas membersihkan diri sendiri, bagaimana mungkin peduli terhadap kebersihan lingkungan hidup yang ada di sekitarnya?

Menjaga kebersihan diri sendiri merupakan hal yang sangat pribadi dan menjadi hak Anda untuk hidup bersih dan sehat, seperti: mandi paling tidak dua kali sehari, selalu mengenakan pakaian bersih, mencuci tangan sebelum makan atau menyentuh makanan, serta hal lain yang dapat menimbulkan rasa nyaman dan sehat di diri kita sendiri.

Kurangnya kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan juga dapat menimbulkan bencana yang lebih besar. Seperti yang kita ketahui, bencana banjir tidak hanya disebabkan oleh hujan lebat. Tapi, karena orang-orang membuang sampah sembarangan di sungai. Mengakibatkan tidak lancarnya aliran sungai, sehingga volume air meluap ke pemukiman warga.

Oleh sebab itu, sangat penting bagi setiap masyarakat menumbuhkan kesadaran dalam menjaga kebersihan. Tidak hanya kebersihan diri sendiri, dan keluarga, tapi sangat penting menjaga kebersihan di lingkungan masyarakat.

 

 

Kategori
Society

Langkah Memperkenalkan Keberagaman Masyarakat Kepada Anak

Langkah Memperkenalkan Keberagaman Masyarakat Kepada Anak

Keberagaman Masyarakat – Menghargai dan mengetahui keragaman tentu menjadi hal yang sangat penting untuk ditanamkan pada anak sejak kecil. Apalagi, kita hidup di negara yang memiliki tingkat keberagaman paling tinggi.

Lantas, apa yang bisa dilakukan untuk mengenalkan keragaman itu Berikut langkahnya!⁣ Download IDN Poker

1. Kenalkan makanan dari berbagai daerah

Orangtua bisa mengenalkan keragaman pada anak, dimulai dari mengenalkan keragaman makanan. Misalnya, saat makan pizza, orangtua menjelaskan bahwa makanan tersebut dari Italia. Saat makan pempek, orangtua menjelaskan bahwa itu adalah makanan khas Palembang.

Dengan mengenalkan keragaman dari makanan, anak gak hanya semakin mengenal keragaman masyarakat saja, namun juga mampu mencicipi berbagai cita rasa dari berbagai daerah. Asyik dan kenyang, nih!

2. Perkenalkan anak berbagai bahasa

Selanjutnya, orangtua bisa mengajarkan anak keragaman sekaligus melatih kecerdasan linguistik anak. Cobalah untuk memperkenalkan anak pada berbagai bahasa, mulai dari bahasa internasional hingga bahasa daerah.

Anak perlu tahu bahwa bahasa yang mereka pakai, bisa tidak dipahami oleh orang lain. Dari sini, anak juga akan lebih mawas ketika menghadapi seseorang dengan bahasa yang berbeda.

3. Ajak anak wisata budaya 

Indonesia memiliki budaya yang beragam, sehingga terdapat berbagai wisata budaya yang bisa dikunjungi. Misalnya, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), museum, atau bahkan sekadar pergi ke daerah lain dengan adat atau suku yang berbeda.

Wisata budaya ini bisa membuat anak memahami keragaman sekaligus bersenang-senang. Tapi ingat, untuk masa pandemik ini, kita perlu berhati-hati dan menaati prosedur apabila ingin berwisata, ya!

4. Ajak anak bersilaturahmi dengan kerabat atau tetangga yang merayakan hari raya berbeda 

Apakah ada anggota keluarga, kerabat, atau tetangga yang memiliki budaya atau agama berbeda? Orangtua bisa memanfaatkan momen hari raya besar untuk saling bersilaturahmi.

Misalnya, apabila kita yang sedang merayakan hari raya, kita bisa mengajak anak untuk berbagi bingkisan atau hadiah kecil kepada tetangga. Hal ini juga berlaku apabila kerabat atau tetangga merayakan hari raya besar. Jangan lupa untuk mengunjungi dan bersilaturahmi!

5. Jadilah role model anak dalam menghargai keberagaman! 

Ketika mengajarkan anak untuk menghormati keragaman, tentunya orangtua juga harus menunjukkan sikap yang sesuai. Ingat, anak belajar paling cepat dari apa yang orangtuanya lakukan!

Oleh karena itu, orangtua perlu menjadi role model yang baik untuk anak. Cobalah untuk lebih banyak bergaul dengan orang-orang yang berbeda dan tunjukkan sikap yang baik terhadap mereka! Pastinya, anak akan lebih mudah memahami keberagaman.

Kategori
Society

Mempercepat Berakhirnya Pandemi Corona

Mempercepat Berakhirnya Pandemi Corona

Mempercepat Berakhirnya Pandemi Corona – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memberi penjelasan perihal operasional perusahaan masa pandemi corona Menurut dia, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tidak hanya mengacu kepada aturan terkait PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) semata, melainkan juga Izin Operasional dan Mobilisasi Kegiatan Industri (IOMKI) yang dirilis Kementerian Perindustrian.

“Jika terkait dengan kepentingan nasional, Anda diizinkan beroperasi. Namun, jika tidak, maka kami akan menghentikan operasional. Kesehatan adalah nomor satu. Kita telah memutuskan. Keselamatan setiap orang adalah prioritas utama,” ujar Anies.

Pakar Koperasi Digital Chandra Vokav Saritua menilai pernyataan Anies tersebut kurang substansial dan kurang memberi harapan kepada masyarakat. Pemerintah seharusnya memberi harapan dan kepastian yang jelas bagi rakyat, kapan kondisi ini berakhir.

“Darurat Nasional, PSBB DKI Jakarta, dan larangan mudik semua hampir bersamaan berakhir pada akhir Mei 2020. Pemerintah harus segera memberi informasi yang jelas.” Ujar Chandra di Nasari Sentra KUKM.

Selanjutnya Chandra mendesak pemerintah membuat acuan fase-fase lengkap dengan prasyarat sampai akhirnya nanti normal kembali. Melibatkan aktif masyarakat dalam mencapai kriteria prasyarat tersebut juga penting, agar langkah ke setiap fase menuju tahap normal, dapat didukung penuh oleh semua orang karena semuanya transparan.

“Dalam panduan itu bisa dilihat, pada fase pertama, tempat usaha seperti restoran dan UMKM sudah boleh beroperasi biarpun tetap harus patuh pada protokol physical distancing yang ketat. Lalu pada fase kedua sarana olahraga dan tempat hiburan sudah boleh buka dengan prasyarat,” terang Chandra.

Semua Orang Ingin Segera Normal Kembali.

Chandra pun mendorong pemerintah untuk melibatkan pengusaha karena diyakini pula banyak pihak yang ingin segera lakukan aktivitas normal kembali dan produktif tanpa diliputi rasa takut.

Harapan ini harus senantiasa digaungkan agar masyarakat mau terlibat maksimal untuk menjadikannya nyata. “Dengan ada kepastian dan harapan yang nyata bagi semua, maka pihak-pihak yang berkepentingan pasti juga akan mendukung.

Misal, kalaupun sebuah tempat usaha boleh buka kembali, tapi dengan prasyarat semua karyawan harus menjalani test, saya yakin pengusaha pasti siap menanggung biaya rapid test,” kata peserta program doktoral di Wharton University of Pennsylvania ini.

Chandra berseru bahwa sudah seharusnya pemerintah jadi motor dan pionir terbangun kerjasama solid antar semua elemen bangsa. Bukan menunggu korban PHK 10 juta orang dan terjadi krisis sosial baru kita tersadar. Kita pastikan anak-anak kita sudah bisa masuk sekolah dengan normal di tahun ajaran baru Juli nanti.

“Pengusaha pun pasti ingin berproduksi normal kembali. Para pekerja juga pasti ingin produktif kembali untuk menghidupi keluarganya. Dalam momentum 75 tahun Indonesia Merdeka, kita harus pastikan bersama Virus Corona harus sudah musnah dari bumi pertiwi,” tegas Chandra.

Sebelumnya Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo mengajak masyarakat untuk lebih patuh, lebih disiplin, dan aparat juga lebih tegas agar bulan Juli mendatang, Indonesia mampu menurunkan kasus Covid-19 secara nasional.

“Bapak presiden meminta kita semua untuk bisa bekerja lebih keras lagi, sehingga pada bulan Juli kita diharapkan sudah bisa mulai mengawali hidup normal kembali,” kata Doni Monardo yang juga sebagai Kepala Gugus Tugas Penanganan Covid-19 lengkap dengan seragam TNI dengan pangkat tiga bintang di pundaknya.