Kategori
Sosial

Banyak Sekali Orang Yang Kreatif dan Berbakat Pada Sosial

Banyak Sekali Orang Yang Kreatif dan Berbakat Pada Sosial

Namun aktif media sosial mungkin kamu akan sadar kalau akhir-akhir ini semakin banyak media sosial yang muncul dengan berbagai jenis dan kegunaan. Jika dulu orang-orang hanya menggunakan media sosial untuk berkomunikasi jarak jauh. Banyak Sekali Orang Yang Kreatif dan Berbakat Pada Sosial sekarang kamu sudah bisa melakukan banyak hal dengan menggunakan platform komunikasi Melansir dari https://103.214.113.182/.

Banyak Sekali Orang Yang Kreatif dan Berbakat Pada Sosial - Banyak Sekali Orang Yang Kreatif dan Berbakat Pada Sosial

Kamu bisa jadi penulis kontenmu ke sosial

Menurut http://tchostel.org/ kamu suka menulis status di media sosial dan senang melihat respon positif dari pengikutmu jika iya, mungkin sudah saatnya kamu mencoba untuk menjadi penulis konten dan menyebarkan tulisanmu pada lebih banyak orang. Kamu bisa menjadi penulis konten dan unggah tulisanmu ke media sosial keistimewaan yang kamu dapat bila bergabung menjadi community writer.

Lebih suka mengedit video kreatif

Akhir-akhir ini platform media sosial Tiktok semakin populer. Banyak video-video unik dengan waktu penayangan yang terbilang singkat, aplikasi satu ini cocok sekali buka kesela-sela waktu senggang. Kamu tidak perlu menghabiskan banyak waktu untuk menonton, tetapi tentunya kamu sudah terhibur dengan berbagai video yang ada ke sana.

Punya bakat jadi influencer dan suka mengedit video

Apa kamu punya bakat jadi influencer dan ingin semakin kenal oleh orang banyak? Atau kamu suka membuat video keseharianmu yang unik banget dan penuh makna? Tampaknya Youtube sangat cocok untuk kamu coba Kamu bisa membuka channel dengan identitas yang unik, lalu unggah kegiatanmu aplikasi yang satu dengan mengunggah video berdasarkan hal-hal yang kamu sukai banyak manfaat kepada orang lain.

Lebih tertarik pada bidang audio

Saat ini, sudah banyak media sosial yang menyediakan tempat untukmu menyalurkan kegiatan serumu yang berformat audio atau lebih sering sebut podcast. Dengan format audio, kamu bisa lebih fokus pada ide-ide gokilmu tanpa perlu memikirkan visualisasi. Format audio juga terbilang sangat simpel dan bisa menggunakan saat sedang multitasking, sangat cocok buat kamu yang sedang banyak kesibukan.

Suka fotografi Dengan Hasil Karyamu ke Sosial

Namun untuk kamu yang lebih gemar ke dunia fotografi, banyak sekali media yang menyediakan tempat untukmu memamerkan hasil karyamu, lho. Salah satu media sosial yang memang lebih mengkhususkan aplikasinya untuk format foto adalah Instagram. Maka Instagram, kamu bisa mengunggah hasil potretmu dan menyusun urutan fotonya sesuai dengan keinginanmu.

Kategori
Society

Psikolog Melihat Mental Masyarakat Selama COVID-19

Psikolog Ungkap Kondisi Mental Masyarakat Selama Pandemik COVID-19

Psikolog Melihat Mental Masyarakat Selama COVID-19 – Pemberitaan mengenai meningkatnya jumlah penderita Covid-19. Dapat berdampak serius berupa timbulnya perasaan tertekan, stres dan cemas di kalangan masyarakat.

Selama pandemik banyak yang beranggapan Apk IDN Poker menjaga kesehatan fisik adalah prioritas untuk terhindar dari virus. Padahal, kesehatan mental juga tak kalah penting. Kebijakan-kebijakan guna mengurangi penyebaran virus ternyata berdampak langsung pada kesehatan mental masyarakat.

Persepsi risiko ekonomi masyarakat lebih tinggi daripada risiko kesehatan

Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI) mencoba untuk mencari persepsi risiko dan perilaku masyarakat selama pandemik. Ternyata, mayoritas masyarakat Indonesia memiliki persepsi risiko ekonomi lebih tinggi daripada kesehatan. Dampaknya, masyarakat akan lebih menaati protokol kesehatan apabila merasa ekonomi kita terancam.

“Semakin banyak orang merasakan kemungkinan kerugian ekonomi pribadi akibat virus corona, semakin banyak orang mematuhi perilaku kesehatan preventif dan dukungan untuk kebijakan kepatuhan yang ketat,” lanjutnya.

Kerjasama dan solidaritas sosial harus ditegakkan selama masa pandemik

Untuk meningkatkan kesehatan mental selama hidup berdampingan dengan COVID-19,  Ilham percaya bahwa kerja sama dan solidaritas sosial perlu ditegakkan. Pemerintah bergerak mengarahkan dan kita perlu menaati sesuai anjuran.

“Sangat penting untuk meningkatkan kerjasama terutama kepercayaan publik akan pemerintah. Kita di situasi kritis, sehingga harus ada pemimpin yang mengarahkan. Kita sebagai rakyat harus mengikuti,” papar Ilham.

Penderita Bisa Merasa Cemas atau Khawatir Secara Berlebihan

Pandemik menimbulkan stigma terutama terhadap masyarakat lapisan menengah ke bawah

Pandemik tentu menyebabkan dampak mental yang berbeda-beda dalam masyarakat. Namun, masyarakat dari kalangan menengah ke bawah cenderung lebih rentan terdampak.

Ilham mengungkapkan bahwa masyarakat kalangan menengah ke bawah ini bukannya takut terpapar virus. Namun, lebih takut akan efek lebih lanjut apabila dirinya terdampak.

“Kekhawatiran yang muncul bukan karena sampel darahnya, tapi takut dengan hasil rapid tes tersebut. Kalau terpapar, dia bisa bermasalah. Bisa kehilangan pekerjaan, tidak ada biaya pengobatan,” ungkap psikolog dari dari HIMPSI Jawa Timur ini.

Orang Indonesia cenderung menunjukkan emosi yang positif dengan rata-rata harapan lebih tinggi dari negara lain dalam menghadapi COVID-19

Selanjutnya, respon emosi orang Indonesia terhadap pandemik COVID-19 cenderung lebih positif dibandingkan negara lain. Masyarakat Indonesia juga rata-rata memiliki harapan dan efikasi yang lebih tinggi. Akhirnya, mereka terkesan lebih mampu untuk hidup berdampingan dengan COVID-19.

“Tidak masalah untuk tetap tersenyum di tengah pandemi tapi tetap harus patuhi protokol. Jangan menjadi gloomy karena kita tidak tahu kapan vaksin bisa didapatkan,” kata Emil Dardak, Wakil Gubernur Jawa Timur yang turut menjadi pembicara.

Covid bukan disepelekan, namun kita harus melangkah untuk suasana yang lebih baik

Akhir kata, Emil percaya bahwa masyarakat mampu untuk tetap bahagia namun juga hidup sesuai dengan protokol kesehatan selama masa pandemik. Kerja sama yang baik tentu akan berhasil menekan penyebaran virus COVID-19.

“Kita harus membangun suatu konsesus bahwa kita bisa bahagia, namun kita juga tahu di ada risiko di tengah kita. Bukan berarti COVID kita entengin, tapi kita juga harus melangkah dengan suasana yang lebih baik,” tutup Emil.