Kategori
Society

Polri Lahir pada 21 Agustus tapi Dirayakan 1 Juli

Polri Lahir pada 21 Agustus tapi Dirayakan 1 Juli

Polri Lahir pada 21 Agustus tapi Dirayakan 1 Juli, – Ada anggapan bahwa tanggal 1 Juli 1946 yang dirayakan setiap tahun adalah “hari lahir” Polri. Bukan, sebab Polri sudah lahir “bersamaan” dengan Proklamasi Kemedekaan RI.

Secara resmi Polisi Indonesia, sudah memproklamasikan “keberadaannya” pada tanggal 21 Agustus 1945, di Kota Pahlawan Surabaya.  Tetapi, mengapa sampai sekarang, justru tanggal 1 Juli 1946 yang dikeramatkan oleh jajaran Pegawai Negeri Sipil (PNS) bersenjata itu, seolah-olah sebagai hari lahir?

Bagaimana kisahnya? Sejarah lahirnya Polri hingga perjalanannya dari masa ke masa.

Zaman kerajaan hingga penjajahan Belanda

Mengutip dari laman resmi Polri, sejarah ini berangkat dari zaman Kerajaan Majapahit. Kala itu Patih Gajah Mada membentuk pasukan pengamanan yang disebut dengan Bhayangkara, yang ditugaskan untuk melindungi raja serta kerajaan.

Kemudian di masa kolonial Belanda, pembentukan pasukan keamanan berawal oleh pasukan jaga yang diambil dari orang pribumi guna menjaga aset. Dan kekayaan orang-orang Eropa di Hindia Belanda.

Pada 1867, sejumlah warga Eropa di Semarang menarik 78 orang pribumi sebagai penjaga keamanan mereka. Wewenang operasional kepolisian ada pada residen dengan bantuan asisten residen. Rechts politie dipertanggungjawabkan pada procureur generaal atau jaksa agung.

Cikal bakal Kepolisian RI dimulai pada 1897

Pada masa Hindia Belanda, ada bermacam-macam bentuk kepolisian mulai dari veld politie (polisi lapangan), stands politie (polisi kota), cultur politie (polisi pertanian), bestuurs politie (polisi pamong praja), dan masih banyak lagi.

Namun, perbedaan jabatan antara Belanda dan pribumi juga terjadi. Kala itu, pribumi tak diperkenankan menjabat sebagai hood agent atau bintara inspekteur van politie dan commisaris van politie.

Jepang membagi wilayah kepolisian Indonesia dan diawasi

Saat masa kependudukan Jepang, penjajah membagi wilayah kepolisian Indonesia yakni Kepolisian Jawa dan Madura yang berpusat di Jakarta, Kepolisian Sumatra yang berpusat di Bukit Tinggi, Kepolisian wilayah Indonesia Timur berpusat di Makassar. Dan Kepolisian Kalimantan yang berpusat di Banjarmasin.

Tiap kantor polisi di daerah memang dikepalai oleh pejabat kepolisian berbangsa Indonesia tetapi selalu didampingi oleh pejabat Jepang yang disebut Sidookaan yang dalam praktiknya lebih berkuasa dari kepala polisi.

Setelah Jepang menyerah tanpa syarat pada sekutu, pemerintah militer Jepang membubarkan Pasukan Pembela Tanah Air (PETA) serta Gyu-Gun, namun polisi tetap bertugas bahkan saat Soekarno dan Mohammad Hatta memproklamasikan kemerdekaan Indonesia pada 17 Agusus 1945. Secara resmi juga, kepolisian yang ada di bawah Jepang jadi kepolisian Indonesia yang merdeka.

Proklamasi pasukan polisi RI hingga penetapan Hari Bhayangkara

Inspektur Kelas I (Letnan Satu) Polisi Mochammad Jassin, komandan kepolisian di Surabaya, pada 21 Agustus 1945, memproklamasikan Pasukan Polisi Republik Indonesia sebagai langkah awal yang dilakukan, selain mengadakan pembersihan. Dan pelucutan senjata pada tentara Jepang yang kalah perang, juga membangkitkan semangat moral dan patriotik seluruh rakyat atau satuan-satuan bersenjata yang sedang dilanda depresi. Dan kekalahan perang yang panjang.

Sebelumnya pada 19 Agustus 1945, dibentuklah Badan Kepolisian Negara (BKN) oleh Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI). Kemudian pada 29 September 1945 Presiden Soekarno melantik R.S. Soekanto Tjokrodiatmodjo menjadi Kepala Kepolisian Negara (KKN).

Kepolisian pada awalnya berada dalam lingkungan Kementerian Dalam Negeri dengan nama Djawatan Kepolisian Negara yang hanya bertanggung jawab pada masalah administrasi, sedangkan masalah operasional bertanggung jawab kepada Jaksa Agung.

Kemudian sejak 1 Juli 1946 lewat Penetapan Pemerintah tahun 1946 No. 11/S.D, Djawatan Kepolisian Negara resmi bertanggung jawab langsung kepada Perdana Menteri. Tanggal 1 Juli inilah yang setiap tahun diperingati sebagai Hari Bhayangkara hingga saat ini.