Kategori
Society

Lambang Kehormatan PDIP Dibakar

Lambang Kehormatan PDIP Dibakar

Lambang Kehormatan PDIP Dibakar – Pimpinan Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) DPR mengeluarkan sedikit pesan kepada seluruh anggota fraksi PDIP terkait aksi pembakaran bendera PDIP dalam aksi unjuk rasa menolak Rancangan Undang-undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP) pada Rabu.

Pesan yang disampaikan oleh Ketua Fraksi PDIP DPR Utut Adianto dan Sekretaris Bambang Wuryanto. Pria yang kerap disapa Bambang Pacul pun telah mengonfirmasi kebenaran pesan tersebut.

“Ya, kemarin diterbitkan sekitar jam 17.42 [WIB],” kata Bambang.

“Kita menunggu komando dari pimpinan kita. Sebagai saran sementara, siapkan barisan di level masing masing. Begitu ada aba-aba, kita bergerak serentak,” demikian bunyi pesan kepada anggota Fraksi PDIP DPR tersebut.

Dalam pesan itu juga disebutkan bahwa demonstran dalam aksi unjuk rasa menolak RUU HIP pada Rabu telah membakar bendera PDIP yang merupakan lambang kehormatan PDIP.

Aksi pembakaran bendera PDIP itu pun disebut sebagai tantangan secara terbuka terhadap seluruh jajaran kader PDIP.

“Sebagai sebuah organisasi, sebagai sebuah barisan, sebagai sebuah slagorde, kita bukan hanya tersinggung, kita marah besar,” katanya.

Sebelumnya, Sekretaris Jenderal Partai Persatuan Pembangunan (Sekjen PPP) Arsul Sani menyarankan PDIP tidak usah membawa aksi pembakaran bendera PDIP saat aksi unjuk rasa menolak RUU HIP ke tanah hukum.

Menurutnya, PDIP tidak perlu melaporkan insiden tersebut ke aparat kepolisian saat ini.

“Kalau kami di PPP, menyatankan kepada PDIP yang begitu tidak usah juga, pada saat ini setidaknya, itu kemudian ditindak lanjuti dengan katakanlah proses hukum melalui laporan kepada polisi,” kata Arsul kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta pada Kamis.

Koordinator aksi tolak RUU HIP, Edy Mulyadi, merespons dengan menampik aksi itu direncanakan oleh pihaknya.

“Pembakaran bendera PDIP itu accident, karena saat saya di panggung juga saya bilang kita bakar bendera PKI. Saya cuma menilai sebagai spontanitas aksi massa aja. Jadi tidak dipersiapkan panitia sama sekali,” kata Edy.

Politikus PDIP itu mengingatkan Indonesia adalah negara hukum. Sehingga ia berharap aparat kepolisian profesional dan tidak pandang bulu dalam menegakkan hukum.

Herman menegaskan ia tak mempermasalahkan soal aksi unjuk rasa yang digelar di depan Kompleks Parlemen, Jakarta, itu. Dia hanya menyesalkan aksi provokatif yang dilakukan sekelompok orang.

“Saya memahami betul bahwa kebebasan menyampaikan pendapat merupakan hak yang dijamin Konstitusi, asal tidak melanggar ketertiban umum dan UU,” tuturnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *