Kategori
Society

Pilkada Membuat Tambahan Kasus Corona

Pilkada Membuat Tambahan Kasus Corona

Pilkada Membuat Tambahan Kasus Corona, – Satgas Penanganan Covid-19 menegaskan tidak akan mentolerir pihak-pihak yang tidak mengindahkan protokol kesehatan. Dalam menjalankan tahapan pilkada.

Pemerintah mencatat ada penambahan kasus baru positif Corona (COVID-19) di RI per hari ini. Yaitu 4.634 kasus sehingga totalnya mencapai 262.022. Pemerintah mengatakan penambahan kasus tersebut salah satunya juga terkait Pilkada 2020.

“Kami masih melihat penambahan kasus positif yang cukup tinggi dan ini juga terkait dengan Pilkada,” kata Wiku, dalam konferensi pers yang disiarkan di YouTube Sekretariat Presiden, Kamis.

Dirangkum dari http://utowndc.com, Ia mengatakan pemerintah prihatin dengan adanya bakal calon kepala daerah yang melakukan pengumpulan massa pada saat masa pendaftaran calon kepala daerah Pilkada kemarin.

Wiku menilai mestinya calon kepala daerah mengupayakan keselamatan warganya.

“Satgas COVID-19 sangat prihatin dengan adanya calon kepala daerah yang masih mengadakan acara-acara yang menimbulkan kerumunan di tengah pandemi yang sedang kita hadapi pada saat ini.

Apapun alasannya sudah sepatutnya bahwa wakil rakyat yang dipilih dari rakyat betul-betul dapat melindungi rakyatnya. Keselamatan warganya sehingga semua pesta demokrasi bisa dijalankan dengan baik,” katanya.

Wiku juga mengapresiasi KPU yang telah menerbitkan revisi PKPU nomor 13 tahun 2020 tentang Pelaksanaan Pilkada dalam kondisi Bencana Nonalam COVID-19.

PKPU itu menutup peluang bagi kegiatan kampanye yang akan mengumpulkan massa seperti konser musik, perlombaan, bazar, olahraga dilarang. Atau diganti secara virtual.

“Satgas COVID-19 sangat mengapresiasi langkah KPU yang dengan tegas melakukan revisi PKPU. Serta menerbitkan sanksi bagi para calon kepala daerah yang berecana menggelar acara serupa untuk kampanyenya,” katanya.

“Perang melawan COVID-19 tidak bisa kita lakukan sendiri, kami harapkan komitmen seluruh masyarakat bersama calon kepala daerah untuk betul-betul bisa melindungi masyarakat di dalam proses Pilkada ke depan,” ujarnya.

Pada hari ini, penambahan kasus baru Corona juga kembali menyentuh angka 4.000. Tercatat, sebanyak 4.634 kasus baru Corona ditemukan pemerintah, sehingga total kasusnya menjadi 262.022.

Untuk penambahan pasien sembuh dari COVID-19 hari ini sebanyak 3.895, sehingga totalnya pasien sembuh menjadi 191.853 orang.

Untuk penambahan pasien Corona yang meninggal hari ini berjumlah 128 orang, sehingga total pasien Corona yang meninggal menjadi 10.105 orang.

Kategori
Society

2.060 Orang di Indonesia Sembuh dari COVID-19

2.060 Orang di Indonesia Sembuh dari COVID-19

2.060 Orang di Indonesia Sembuh dari COVID-19, – Pemerintah melaporkan penambahan 2.060 pasien sembuh dari virus Corona (COVID-19) hari ini. Jadi total kasus sembuh virus Corona sampai saat ini menjadi 89.618 pasien.

Kasus konfirmasi positif Corona hari ini bertambah 2.307, sehingga total menjadi 135.123. Sedangkan pasien yang meninggal bertambah 53, sehingga total menjadi 6.021 orang.

1. Kabar duka, 6.021 orang di Indonesia meninggal karena COVID-19 hari ini

Satgas COVID-19 juga melaporkan, jumlah pasien positif COVID-19 yang meninggal dunia 6.021 kasus. Angka tersebut muncul karena ada penambahan kasus meninggal sebanyak 53 orang.

Angka tersebut adalah 4,4 persen dari total kasus COVID-19 di Indonesia. Persentase itu turun 0,1 persen dari sebelumnya yaitu 4,5 persen.

2. Telah terbukti, COVID-19 menular melalui airborne

Kepala Lembaga Biologi Molekuler Eijkman Prof Amin Soebandrio mengungkapkan, virus COVID-19 dapat menyebar melalui udara dan hal ini bukan suatu temuan baru. Bahkan, Amin sudah mencurigai hal ini sejak awal kemunculan COVID-19.

“Jika ada droplet kemudian ada aliran udara yang cukup kuat (virus COVID-19), bisa terbawa angin dan terbang karena volumenya jadi lebih kecil, relatif ringan karena kadar airnya berkurang,” ujarnya, Selasa Juli 2020.

Amin menerangkan, virus COVID-19 bisa keluar bersama droplet (cairan) yang dihasilkan ketika bersin atau batuk. Droplet yang menempel pada benda-benda yang tersentuh orang lain bisa menularkan virus-virus tersebut.

Namun, sebagian virus menyebar lewat udara (airborne) saat droplet berubah menjadi partikel yang lebih kecil dan mudah menyebar di udara.

“Sebagian besar memang menular melalui droplet, tapi dalam situasi tertentu bisa. Seperti di rumah sakit saat dilakukan prosedur pemasangan ventilator, pengisapan lendir, atau terapi nebulizer,” jelasnya.

Bahkan menurut Amin, sudah ada bukti dari pengamatan bahwa virus COVID-19 menular melalui airborne. Dia mencontohkan kasus di suatu restoran yang tertutup, misal pengunjung di meja yang bersin maka virus bisa saja satu ruangan kena.

“Ini juga bisa terjadi di ruang kerja, di perkantoran dengan AC split serta tertutup maka droplet bisa terembus udara dan hanya berputar satu ruangan,” imbuhnya.

3. Kasus positif COVID-19 di dunia mencapai 21 juta orang

Hingga 14 Agustus 2020 pukul 15.31 WIB, secara global terdapat 21.088.317 orang terpapar virus corona. Kasus terbanyak masih berada di Amerika Serikat dengan 5.415.666 kasus.

Dari 21 juta kasus itu, 757.650 di antaranya meninggal dunia. Sementara pasien yang sembuh mencapai 13.941.350 orang.